TTG Air
14 Aug 2025
Model/Teknologi Penurunana Phospat Pada Air
223
views
Super Admin
11 bulan yang lalu
Spesifikasi
Dimensi Model/Teknologi Penurun Fosfat :
- Bak Equalisasi : p x l x t = 80 x 80 x 70 cm
- Kolom Filtrasi : Diameter x t = 25 x 154 cm, Media = pasir silika
- Kolom Absorbsi : Diameter x t = 25 x 154 cm, Absorber : Karbon aktif
- Bak penampung : volume = 300 liter
- Bak wet land constructed : p x l x t = 350 x 100 x 70 cm
- Bak khlorinasi : p x l x t = 60 x 100 x 70 cm
- Pompa air : Pompa air,daya 350 watt, 220 VAC
- WLC : Omron 61 F GAP
- MCB 4 Ampere
- Relay contactor : 4 Ampere
- Box panel
Gambaran Umum Alat dan Fungsi
- Limbah cair dari wartafel kamar mandi umum, buangan kamar mandi dari toilet umum, wastafel dapur, wastafel ruang pastry, limbah cair dari laundry dan wastafel di ruang perbekalan dan gudang, ditampung di bak penampung awal (bak equalisasi). Limbah cair ini dihubungkan dari perpipaan yang telah tersedia, dimulai dari pipa di bagian utara, menuju ke selatan dengan panjang mencapai 40 meter. Setiap panjang 5-10 meter atau setiap terdapat titik percabangan pipa keluaran limbah, dibuat man hole.
- Di bak penampung dilengkapi dengan sensor ketinggian air, terhubung dengan wiring system dan water level control yang bertugas mengontrol dan mengendalikan kerja pompa untuk memindahkan limbah cair di bak equalisasi menuju kolom filtrasi dan kolom absorbsi.
- Limbah cair dipompa menuju kolom filtrasi yang berisi media filter pasir silika untuk menghilangkan kotoran filterable, dan lanjut menuju kolom absorber yang berisi media absorbsi berupa karbon aktif untuk menghilangkan kekeruhan, bau dan warna dari limbah cair. Kolom filtrasi dilengkapi dengan pencucian media filter jika terjadi Clogging yang akan menjadikan aliran limbah cair yang dioleh akan mengalami penurunan volume dan kecepatan aliran. Clogging yang terjadi di kolom filtrasi ditandai dengan berkurangnya tekanan yang melalui kolom filtrasi, sehingga volume air yang menjadi berkurang. Clogging terjadi karena filter tersumbat dengan kotoran yang terhambat atau tertahan di media. Clogging dapat diatasi dengan mencuci media filter dengan air bersih dengan arah yang berlawanan terhadap arah filtrasi, sehingga air kembali menjadi bersih dan kotoran bisa keluar dari kolom.
- Hasil olahan dari kolom filtrasi dan absorbsi ditampung di bak penampung pertama. Output limbah cair dari bak penampung pertama, secara gravitasi dialirkan menuju ke wet land constructed untuk diolah lebih lanjut.
- Limbah cair dari bak penampung pertama, dialirkan ke bak wet land constructed, yang kembali melewati tumpukan gravel dan karbon aktif dengan arah aliran dari bawah ke atas, yang kemudian melewati beberapa jenis tanaman air yang tertanam di media absorber.
- Limbah cair keluar dari wet land constructed, kemudian ditampung di bak penampung akhir, untuk kemudian dilakukan desinfeksi dengan khlorinasi menggunakan chlorin diffuser, selanjutnya dibuang menuju saluran resapan